- Ikon klasik era visual novel seperti Igawa Asagi
- Karakter pria seperti Fuuma Kotaro
- Hingga karakter orisinal Gremory dari Action Taimanin seperti Momochi Nagi
Review Game Taimanin Squad, Terasa Seperti Game yang Belum Jadi

Taimanin Squad adalah game terbaru dari franchise Taimanin yang dikembangkan oleh Lilith dan diterbitkan oleh Gremory, developer di balik Action Taimanin.
Game ini tersedia di Steam, Play Store, dan App Store, dan (seperti Action Taimanin) lebih menonjolkan desain karakter seksi dan gameplay dibanding pendekatan hardcore 18+ seperti era visual novelnya.
Saya sudah mencoba game ini sejak fase open beta hingga versi rilis (4 Maret 2026). Dan jujur, sampai sekarang kesan saya belum banyak berubah.
Ini game yang terasa belum selesai.
Table of Content
Taimanin Squad adalah game terbaru franchise Taimanin. Beda dari Action Taimanin yang hack and slash kali ini gameplaynya adalah turn based, menyajikan banyak sekali karakter dari berbagai era Taimanin.
| Genre | Turn-Based RPG |
| Developers | Lilith |
| Publisher | Gremory Games |
| Platform | PC, mobile |
| Price | Rp. NaN |
System Requirements Taimanin Squad
Operating System | Windows 7 |
|---|---|
Processor | Intel Core i5-2520 |
Memory | 4 GB RAM |
GPU | GeForce GTX 500 series |
DirectX | Version 11 |
Storage | 6 GB |
Review Taimanin Squad
1. Beralih ke Turn-Based, Tapi Kurang Identitas
Berbeda dengan Action Taimanin yang mengusung gameplay hack and slash, Taimanin Squad memilih jalur turn-based combat, yang sekilas mengingatkan pada game seperti Honkai: Star Rail.
Secara konsep, ini bukan pilihan yang salah. Bahkan daya tarik awalnya cukup kuat.
Karakter yang tersedia sejak awal sudah banyak, dan yang dihadirkan ini menggabungkan berbagai era Taimanin:
Namun di titik ini juga masalah mulai terasa.
Secara gameplay, Taimanin Squad belum punya “identitas kuat” yang membedakannya dari gacha turn-based lain.
Judulnya terasa seperti mengikuti formula, bukan mendefinisikan dirinya sendiri.
Dan itu masalah karena untuk banyak aspek dasar game ini pun kurang.
5. Kesimpulan - Seperti Terlalu Dini Dirilis
Sebagai game gacha, selalu ada kemungkinan Taimanin Squad akan berkembang.
Kita sudah pernah lihat kasus seperti action Taimanin saat rilis 2019 minim fitur dan karakter, tapi berkembang cukup signifikan seiring waktu.
Namun untuk kondisi saat ini?
Taimanin Squad terasa seperti game yang belum selesai, tapi sudah dilepas sebagai produk jadi.
Dan yang paling mengganggu: bahkan cara “optimal” memainkannya adalah membiarkannya auto di device sambil melakukan hal lain
Kalau sebuah game lebih efektif dimainkan sebagai background task, itu tanda ada sesuatu yang salah di core experience-nya.
Nilai Akhir: 1.5 / 5
Saya suka desain karakter franchise Taimanin.
Saya penasaran apa seri ini bisa beralih dari game dewasa ke game mainstream.
Tapi untuk kasus Taimanin Squad di bukan pertama rilis ini sulit untuk merekomendasikannya, bahkan untuk fans sekalipun.


