Kredit macet pinjol peminjam di bawah 19 tahun melonjak 815 persen (Juni 2024 sampai Agustus 2025). Pembiayaan paylater perusahaan pembiayaan tumbuh 56 persen. Sementara pengangguran Gen Z menyentuh 17 persen. Ini bukan krisis konsumsi biasa.
Bayangkan seseorang berusia 17 tahun membuka aplikasi pinjol untuk pertama kali. Prosesnya hanya membutuhkan foto KTP, selfie, dan tiga menit menunggu. Dana masuk. Cicilan mulai bulan depan. Tapi bulan depan tidak datang dengan mulus, dan ternyata dia bukan satu-satunya yang mengalami hal ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Agustus 2025 terdapat 22.694 akun macet dari peminjam berusia di bawah 19 tahun, naik dari 2.479 akun pada Juni 2024. Kenaikan itu mencapai 815,45 persen dibanding posisi Juni 2024. Dengan perbandingan antar-semester yang lebih setara, semester I-2024 (2.521 akun) ke semester I-2025 (21.774 akun), OJK mencatat lonjakan 763 persen yang mana tetap sangat tajam, dengan basis pembanding yang lebih bersih.
Total borrower di bawah 19 tahun kini mencapai 257.331 akun dengan outstanding Rp316,87 miliar, dan hanya 65 persen yang berstatus lancar. Sisanya sudah masuk kategori dalam perhatian khusus hingga macet.
