Baca artikel IDN Research Institute lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Doom Spending: Gen Z Indonesia Belanja untuk Lari dari Kecemasan
Foto 3 Gen Z, Ini 7 Kesalahan Millennials di Dunia Kerja.jpg

Bayangkan kamu baru saja scroll TikTok selama 20 menit, lalu tiba-tiba keranjang belanjamu sudah penuh, padahal tagihan bulan ini belum lunas. Familiar? Kamu tidak sendirian.

Fenomena ini punya nama, yaitu doom spending. Di Indonesia, perilaku ini semakin sering muncul di kalangan anak muda, terutama Gen Z, dengan dinamika yang jauh lebih kompleks daripada sekadar “boros”.

Apa Itu Doom Spending?

Doom spending adalah perilaku membelanjakan uang secara impulsif sebagai mekanisme pelarian dari stres, kecemasan, atau ketidakpastian ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ini semakin populer dan banyak dibahas media psikologi maupun finansial global, termasuk Psychology Today.

Ini bukan sekadar belanja hedon biasa. Doom spending muncul ketika seseorang merasa masa depan finansialnya terasa suram atau sulit dikendalikan. Pola pikirnya kira-kira seperti ini: “Kalau masa depan terasa tidak pasti, kenapa tidak menikmati sekarang saja?”

Angka-angka yang Perlu Dicermati

Fenomena doom spending memang sulit diukur secara langsung. Namun sejumlah data ekonomi dan perilaku digital menunjukkan bahwa anak muda Indonesia hidup di tengah tekanan finansial dan godaan konsumsi yang semakin besar.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 dari OJK dan BPS mencatat indeks literasi keuangan nasional berada di angka 66,46%, sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 80,51%. Dibanding SNLIK 2024 (literasi 65,43%, inklusi 75,02%), gap antara akses dan pemahaman justru melebar dari sekitar 9,6 poin menjadi sekitar 14 poin. Artinya, akses terhadap produk keuangan tumbuh jauh lebih cepat dibanding kemampuan menggunakannya secara bijak. 

Di saat yang sama, Indonesia juga mengalami percepatan ekonomi digital yang sangat besar. Platform e-commerce, layanan pesan-antar, hingga fitur live shopping semakin mempermudah proses transaksi hanya dalam beberapa klik. Belanja kini bukan lagi aktivitas yang membutuhkan banyak pertimbangan, melainkan keputusan instan yang bisa dilakukan kapan saja.

Editorial Team