Pertanyaan apakah anak muda Indonesia lebih religius dari orang tua mereka adalah pertanyaan yang kurang tepat sasaran. Data dari 2023 hingga 2026 menunjukkan bahwa yang sedang terjadi bukan sekadar peningkatan atau penurunan religiusitas, melainkan transformasi bentuk keberagamaan.
Gen Z Indonesia unggul dalam identitas dan nilai keagamaan, sehingga mereka religius secara subjektif dan konsisten di survei global. Mereka juga unggul dalam literasi Al-Qur'an dan toleransi antaragama, dan keduanya meningkat serta tertinggi lintas generasi. Sebaliknya, mereka lemah dalam pengamalan ritual harian, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kemenag 2023, 2024, dan survei IKM/IKS 2025. Adapun dalam hal konservatisme, posisi mereka ambigu karena pandangan ideologis mereka ketat, tetapi tidak otomatis berbanding lurus dengan ketekunan ritual.
Pemahaman yang lebih akurat adalah bahwa keberagamaan Gen Z Indonesia bersifat expressive dan selective. Agama mereka ekspresikan lewat identitas, pandangan, dan media digital, tetapi tidak selalu mereka internalisasi sebagai rutinitas ibadah harian. Pola ini juga ditemukan pada generasi muda Muslim di konteks global lain, dan ia mengundang tantangan tersendiri bagi lembaga keagamaan formal yang selama ini mendefinisikan religiusitas terutama melalui parameter ritual.
Yang menarik, selama tiga tahun terakhir (2023–2025), seluruh indeks kerukunan dan toleransi beragama Indonesia justru terus naik, dan Gen Z ada di garis depannya. Mungkin itulah sumbangan terbesar generasi ini pada kehidupan keagamaan Indonesia: bukan ketekunan ritualnya, melainkan keterbukaan dan toleransinya.
Sumber
Varkey Foundation, Generation Z: Global Citizenship Survey (2017). Survei melibatkan 20.000 responden usia 15–21 tahun di berbagai negara.
ISEAS–Yusof Ishak Institute, Southeast Asian Youth Survey (2024). Melibatkan 3.081 mahasiswa di enam negara ASEAN.
Indikator Politik Indonesia, Survei Beragama Anak Muda (2021). Sampel 1.200 responden, margin of error ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%
MERIT & PPIM UIN Jakarta, Survei Beragama Anak Muda: Media dan Tren Keagamaan di Indonesia (Desember 2021). Melibatkan 1.214 responden Muslim dari 34 provinsi, margin of error 2,8%
Kemenag RI (Balitbangdiklat), Indeks Religiusitas 2024 (dirilis Januari 2025). Melibatkan 4.000 responden di 34 provinsi, metode wawancara tatap muka multistage random sampling.
Kemenag RI (Balitbangdiklat), Indeks Religiusitas 2023 (dirilis 2024). Metodologi serupa dengan survei 2024.
BMBPSDM Kemenag RI & BRIN, Survei Indeks Keberagamaan Siswa (IKS) Tahun 2025 (dirilis Januari 2026). Siswa MA: 1.218 responden dari 34 provinsi, cluster random sampling, margin of error 2,8%. Siswa lintas agama: 1.276 responden, margin of error 5% per agama.
BMBPSDM Kemenag RI, Survei Indeks Keberagamaan Mahasiswa (IKM) Tahun 2025 (dirilis Januari 2026). Mencakup mahasiswa PTKI dan non-PTKI (Kristen, Katolik, Hindu, Buddha).
Ditjen Bimas Islam Kemenag RI & Alvara Strategic Research, Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 (dirilis 31 Desember 2025). Melibatkan 1.208 responden di 34 provinsi, margin of error 2,89%, tingkat kepercayaan 95%.
Kemenag RI & P3M Universitas Indonesia, Survei Evaluasi Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 (dirilis 22 Desember 2025). Skor IKUB mencapai 77,89, tertinggi sejak survei 2015.